MAKALAH FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN BERBELANJA DI SWALAYAN ALFAMART

MAKALAH

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN

BERBELANJA DI SWALAYAN ALFAMART TAGOG CILEUNYI

Di sajikan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah

Manajemen Pemasaran

Dengan dosen: Susi Suprapti, SE., MM.

Disusun Oleh :

Nama : Dian Rustandi (1718.2.019)
Prodi : Manajemen

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI

GEMA WIDYA BANGSA

2019

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat allah SWT karena berkat rahmat dan hidayahNya saya dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Makalah ini saya buat guna memenuhi tugas perkuliahan semester IV yaitu Manajemen Pemasaran.

Semoga makalah ini dapat bermanfaat sebagai referensi pemikiran bagi pihak-pihak yang membutuhkan, terutama para temen mahasiswa dan terlebih lagi bagi penyusun sehingga apa yang diharapkan dapat tercapai.

Saya menyadari bahwa dalam penyusunan dan penyelesaian makalah ini, terdapat banyak kekurangan dan kesalahan. Oleh sebab itu, saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif dari pembaca agar dapat menjadi perbaikan bagi kami untuk makalah selanjutnya.

Bandung,  Maret 2019

                                                                                              (Dian Rustandi )

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah

Di era globalisasi ini, banyak investor membuka usaha dibidang waralaba. Investor berlomba-lomba menanamkan modalnya dengan membuka usaha seperti Alfamart, Indomaret, Alfamidi dan sejenisnya. Contohnya seperti Alfamart yang berada di Jl. Raya Tagog No.251, Cimekar, Cileunyi, Bandung, Jawa Barat. Peluang usaha ini membuat investor merasa mendapatkan peluang emas.

Dalam pemilihan lokasi, investor memilih lokasi yang strategis. Strategis dalam arti dekat dengan pemukiman masyarakat dan transportasi yang mudah dijangkau oleh masyarakat.Semakin berkembangnya peluang usaha ini, Alfamart tidak hanya terdapat di kota-kota tetapi juga terdapat di desa-desa, sehingga Alfamart sudah familiar ditelinga seluruh kalangan masyarakat.

Dampak dari adanya Alfamart ini menyebabkan pergeseran perilaku konsumen dalam membeli. Biasanya konsumen berbelanja di toko-toko kelontong, akan tetapi sekarang konsumen lebih suka berbelanja di Alfamart. Melihat kondisi tersebut menyebabkan terjadinya pasar persaingan sempurna antara Alfamart dengan toko-toko kelontong disekitarnya.

Hal ini terjadi karena Alfamart, merupakan toko yang relatif besar. Dirancang untuk menyediakan berbagai kebutuhan mulai dari kebutuhan sehari-hari sampai kebutuhan khusus. Alfamart juga memberikan fasilitas yang lengkap, nyaman dan bersih. Sehingga menimbulkan rasa kebanggaan tersendiri bagi konsumen yang berbelanja disana.

Dalam menarik konsumen Alfamart, Indomaret, Alfamidi dan sejenisnya tidak hanya memberikan fasilitas yang lengkap, nyaman dan bersih akan tetapi pramuniaganya juga memberikan pelayanan yang ramah. Dimana setiap konsumen yang masuk ke Alfamart akan mendapatkan 3S, yaitu senyum, sapa dan salam. Contohnya seperti senyum, sapa dan salam yang dilakukan oleh pramuniaga di Alfamart yang berada di Alfamart Tagog Cileunyi ”Selamat  Pagi! Selamat berbelanja!”.

Pengelola Alfamart  juga merancang strategi yang bisa mempengaruhi konsumen berbelanja di Alfamart. Strategi yang pertama adalah memberikan diskon pada produk tertentu dan memberikan harga promo pada produk baru dalam edisi bulan-bulan tertentu pula. Hal ini biasanya dilakukan dengan meyebarkan brosur di jalan-jalan dan perkampungan-perkampungan yang berada di sekitar Alfamart.

Baru-baru ini Alfamart juga menawarkan kartu bagi pelanggan Alfamart yang biasa disebut kartuAku. Cukup dengan membayar sebesar Rp 20.000,- konsumen sudah bisa mendapatkan kartu Aku plus sebuah mug dari Alfamart. Dengan begitu pelanggan bisa mendapatkan potongan harga 10% dari jumlah pembelian tertentu. Ini merupakan strategi yang ke dua yang juga termasuk dapat mempengaruhi konsumen untuk berbelanja di Alfamart.

Harga yang ditawarkan oleh Alfamart lebih mahal dari pada harga yang di tawarkan di toko-toko kelontong. Contohnya rokok SAMPOERNA MILD di Alfamart seharga Rp 23.000,- sedangkan harga di toko-toko kelontong hanya Rp 22.000,-.Akan tetapi pengelola Alfamart memanajemen peluang usaha ini dengan baik, sehingga mampu bersaing dan berkembang dengan pesat dengan menggunakan strategi-strategi tersebut.

Kehadiran departement store dan supermarket dalam persaingan bisnis di bidang waralaba di kota Bandung juga membawa dampak mengenai jumlah kunjungan konsumen di Alfamart. Karena harga yang ditawarkan  departement store dan supermarket seperti Jatos, Griya Cinunuk juga lebih murah dari pada di Alfamart. Apabila tidak dicermati dengan baik akan membawa dampak yang dapat merugikan tingkat profitabilitas yang dicapai. Oleh karena itu pengelola alfamart seharusnya tetap mempertahankan manajemennya dengan baik sehingga segala kemungkinan buruk yang dapat merugikan perusahaan dapat diantisipasi secara efektif dan efisien.

Berdasarkan latarbelakang tersebut, maka saya tertarik dalam melakukan penelitian dengan judul “Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Konsumen Berbelanja Di Swalayan (di Alfamart, Jl. Raya Tagog No.251, Cimekar, Cileunyi, Bandung, Jawa Barat 40623 ).“

  • FOKUS MASALAH

Dari uraian latar belakang tersebut, terdapat permasalahan yang timbul untuk dipecahkan oleh peneliti. Permasalahan tersebut adalah :

  1. Bagaimana pengaruh faktor pelayanan, harga, promosi, lokasi dan produk terhadap keputusan pembelian oleh konsumen alfamart?
  2. Faktor manakah yang berpengaruh dominan terhadap keputusan pembelian pada alfamart?
  • TUJUAN PENELITIAN
  • Untuk mengetahui pengaruh faktor pelayanan, harga, promosi, lokasi dan produk terhadap keputusan pembelian oleh alfamart.
  • Untuk mengetahui faktor yang berpengaruh dominan diantara faktor-faktor pelayanan, harga, promosi, lokasi dan produk terhadap keputusan pembelian oleh konsumen Alfamart.
  • MANFAAT PENELITIAN

Manfaat teoritis

1. Sebagai informasi dan bahan pertimbangan bagi pengusaha waralaba dalam mempengaruhi konsumen berbelanja di swalayan.

Manfaat praktis

  • Bagi Perusahaan

Dengan diadakannya penelitian ini diharapkan sebagai bahan pertimbangan yang obyektif dalam pengambilan keputusan kebijakan oleh pengelola Alfamart dalam membuat prediksi perilaku konsumen pada masa yang akan datang.

  • DEFINISI OPERASIONAL

Operasional adalah  unsur atau elemen dasar yang mempengaruhi suatu hal atau peristiwa yang ikut menyebabkan terjadinya sesuatu.

Konsumen adalah setiap orang pemakai barang atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.

Berbelanja adalah  uang yang dikeluarkan untuk suatu keperluan ongkos biaya.

Supermarket atau pasar swalayan adalah sebuah toko yang menjual segala kebutuhan sehari-hari. Kata yang secara harfiah yang diambil dari bahasa Inggris ini artinya adalah pasar yang besar. Barang barang yang dijual di supermarket biasanya adalah barang barang kebutuhan sehari hari. Seperti bahan makanan, minuman, dan barang kebutuhan seperti tissue dan lain sebagainya.

BAB II

                                                KAJIAN PUSTAKA

  1. LANDASAN TEORI
  2. Konsumen
    1. Pengertian Konsumen

Banyak para ahli yang mencoba mendefinisikan pengertian dari konsumen. Menurut para ahli hukum, konsumen adalah sebagai pemakai terakhir dari benda dan jasa yang diserahkan kepada mereka oleh penguasa.

Menurut Philip Kotler, pengertian konsumen adalah semua individu dan rumah tangga yang membeli atau memperoleh barang atau jasa untuk di konsumsi pribadi.

Menurut Aziz Nasution, konsumen pada umumnya adalah setiap orang yang mendapatkan barang atau jasa digunakan untuk tujuan tertentu.

Sedangkan menurut Undang Undang Perlindungan Konsumen (UUPK), ”Konsumen adalah setiap orang pemakai barang atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.”

  1. Pengertian Perilaku Konsumen

Menurut Swasta dan Handoko (2000:10 ) “Perilaku konsumen merupakan kegiatan individual dan terlibat secara langsung dalam mendapatkan dan mempergunakan barang atau jasa didalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan tersebut.”

Peter dan Olson (2001:23) mendefinisikan bahwa perilaku konsumen itu ada tiga jenis dasar lingkungan yaitu sosial, fisik, dan pemasaran. Ini berarti seorang konsumen, grup konsumen, serta masyarakat luas selalu berubah dan bergerak sepanjang waktu.

  1. faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen, menurut Kotler dan Amstrong (Swasta 2000 : 57) ada dua yaitu :

  1. Faktor Eksternal
    1. Faktor-faktor budaya

Menurut Kotler dan Amstrong (2001:197) “ Untuk memahami faktor-faktor budaya kita perlu memahami peranan budaya, sub budaya dan kelas sosial.”

  • Faktor-faktor sosial

Menurut Kotler dan amstrong (2001:203) “ Perilaku juga dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial, seperti kelompok kecil, keluarga serta peran dan status sosial konsumen.”

  • Faktor-faktor pribadi

Kotler dan Amstrong (2001:206) mengemukakan bahwa kepuasan seorang pembeli juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi seprti umur pembeli dan tahap siklus hidup, pekerjaan, situasi ekonomi, gaya hidup serta kepribadian dan konsep diri.

  • Faktor-faktor psikologis

Kotler dan Amstrong (2001:206) mengemukakan bahwa pilihan-pilihan seseorang dalam membeli dipengaruhi oleh faktor-faktor psycologis yang penting seperti motivasi, persepsi, pengetahuan serta keyakinan dan sikap.

  • Faktor Internal
    • Pendapatan

Pendapatan adalah faktor yang dapat mempengaruhi seseorang untuk memilih tempat  mereka harus berbelanja. Dimana pendapatan meupakan pendapatan bersih yang diterima dalam satu bulan baik yang sudah berkeluarga maupun belum berkeluarga.

  • Pelayanan

Pelayanan merupakan salah satu faktor internal yang sangat menentukan keberhasilan suatu usaha dalam melayani konsumen. Dengan harapan konsumen agar merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan dan merasa senang dengan memperhatikan beberapa hal yang menyangkut pelayanan yang ada di swalyan, antara lain :

  1. Suasana ruangan
    1. Penampilan pelayan
    1. Ketrampilan pelayan
    1. Proses pembayaran
    1. Penataan ruangan
      1. Harga

Harga adalah faktor yang mempengaruhi minat beli konsumen karena harga merupakan faktor penentu dari permintaan pasar untuk suatu produk.

  • Lokasi

Lokasi yang diharapkan adalah lokasi strategis yaitu lokasi yang dekat dengan peran konsumen serta kemudahan transportasinya.

  • Produk

Untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen dipuaskan dengan produk, karena produk merupakan suatu yang dapat diberikan kepada seseorang untuk memuaskan suatu kebutuhan atau keinginan.

  • Promosi

Promosi bagi suatu perusahaan sangat menunjang pemasaran produk perusahaan agar konsumen mau membelinya.Promosi merupakan salah satu bagian dari rangkain kegiatan pemasaran, dimana hasil yang diharapkan dari kegiatan promosi adalah meningkatkan volume penjualan.

  • Berbelanja
    • Pengertian Berbelanja
  • Berbelanja adalah  uang yang dikeluarkan untuk suatu keperluan ongkos biaya.
  • Berbelanja adalah kegiatan membeli barang di pasar (toko, kedai, dsb).
  • Berbelanja adalah  memperoleh sesuatu dengan menukarnya dengan uang.
  • Swalayan
    • Pengertian Swalayan

Supermarket atau pasar swalayan adalah sebuah toko yang menjual segala kebutuhan sehari-hari. Kata yang secara harfiah yang diambil daribahasa Inggris ini artinya adalah pasar yang besar. Barang-barang yang dijual di supermarket biasanya adalah barang barang kebutuhan sehari hari. Seperti bahan makanan, minuman, dan barang kebutuhan seperti tissue dan lain sebagainya).

Menurut Thoyib, Usman (1998:1,2) bisnis ritel meliputi seluruh aktifitas yang melibatkan penjualan barang dan jasa langsung pada konsumen. Retailing merupakan pihak yang menjual barang dan jasa langsung kepada para konsumen, baik untuk pemakaian pribadi maupun rumah tangga.

BAB III

PEMBAHASAN

  1. HASIL PENELITIAN

Pengaruh faktor pelayanan, harga, promosi, lokasi dan produk terhadap keputusan pembelian oleh konsumen Alfamart dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Pelayanan

Pelayanan merupakan salah satu faktor internal yang sangat menentukan keberhasilan suatu usaha dalam melayani konsumen. Pelayanan dapat dikelompokkan menjadi 3 :

  1. Kurang baik

Konsumen harus mengantri dalam melakukan pembayaran karena hanya tersedia satu kasir di Alfamart.

  • Baik

Konsumen bisa leluasa memilih barang yang diinginkan tanpa merasa canggung karena bebas dari pengawasan pramuniaganya.

  • Sangat baik

Konsumen merasa nyaman berbelanja di Alfamart karena fasilitas yang lengkap, tempat yang bersih, penampilan pramuniagan yang rapi dan menarik serta ramah dan murah senyum.

  • Harga

Harga adalah faktor yang mempengaruhi minat beli konsumen karena harga merupakan faktor penentu dan permintaan pasar suatu produk.

Dalam menentukan harga, Alfamart memang sedikit mahal dibandingkan dengan toko-toko kelontong di sekitarnya. Akan tetapi konsumen tidak mempermasalahkan mengenai harga karena menurut konsumen harga yang di tawarkan Alfamart masih terjangkau. Contohnya harga snack SLAI O’LAI di Alfamart Rp 1.300 sedangkan di toko-toko kelontong hanya seharga Rp 1.000.

  • Promosi

Merupakan tanggapan kosumen terhadap promosi yang dilakukan Alfamart terhadap konsumen dengan tujuan akhir yaitu konsumen melakukan aksi positif terhadap produk tersebut (membeli produk). Indikator promosi meliputi bentuk dari promosi yang dilakukan Alfamart.

Bentuk promosi yang dilakukan oleh Alfamart adalah:

  • Iklan melalui brosur

Alfamart membagikan brosur ke daerah sekitar Alfamart setiap tiga kali sebulan yakni awal, pertengahan dan akhir bulan. 

  • Pengaruh dari promosi

Maksud dari pengaruh promosi adalah konsumen satu mempengaruhi konsumen yang lain agar berbelanja di Alfamart. Misalnya konsumen yang telah berbelanja di Alfamart memberikan informasi yang menarik tentang Alfamart kepada konsumen yang lain sehingga konsumen yang lain tertarik berbelanja di Alfamart.

  • Papan reklame yang terpampang di setiap depan toko Alfamart  untuk menarik perhatian konsumen yang melewati Alfamart.
    • Lokasi

Merupakan tempat  perusahaan melakukan aktivitasnya.

Penjelasan mengenai lokasi Alfamart

  • Lokasi yang strategis dimana dekat dengan pemukiman penduduk, dekat dengan jalan raya dan kemudahan trasportasi dalam menjangkau toko Alfamart.
  • Lokasi yang tidak strategis bagi Alfamart karena jarak antara Alfamart  dengan para pesaing terlalu dekat seperti pasar Sehat Cileunyi, Indomaret dan toko-toko kelontong disekitarnya.
  • Produk

Merupakan sesuatu yang dapat diberikan kepada konsumen untuk memuaskan suatu kebutuhan atau keinginan.

Berdasarkan berwujud tidaknya, produk dapat diklasifikasikan ke dalam dua kelompok utama, yaitu:

  1. Barang

Barang merupakan produk yang berwujud fisik, sehingga bisa dilihat, diraba/disentuh, dirasa, dipegang, disimpan, dipindahkan, dan perlakuan fisik lainnya. Ditinjau dari aspek daya tahannya, terdapat dua macam barang, yaitu:

  1. Barang Tidak Tahan Lama (Nondurable Goods)

Barang tidak tahan lama adalah barang berwujud yang biasanya habis dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali pemakaian. Dengan kata lain, umur ekonomisnya dalam kondisi pemakaian normal kurang dari satu tahun. Contohnya adalah sabun, minuman dan makanan ringan, kapur tulis, gula, dan garam.

  • Barang Tahan Lama (Durable Goods)

Barang tahan lama merupakan barang berwujud yang biasanya bisa bertahan lama dengan banyak pemakaian (umur ekonomisnya untuk pemakaian normal adalah satu tahun atau lebih). Contohnya antara lain mainan, tas, mug, dan lain-lain.

  • Jasa (Services)

Jasa merupakan aktivitas, manfaat atau kepuasan yang ditawarkan untuk dijual. Contohnya pulsa.

Selain berdasarkan daya tahannya, produk umumnya juga diklasifikasikan berdasarkan siapa konsumennya dan untuk apa produk tersebut dikonsumsi. Berdasarkan kriteria ini, produk dapat dibedakan menjadi barang konsumen (consumer’s goods). Barang konsumen adalah barang yang dikonsumsi untuk kepentingan konsumen akhir sendiri (individu dan rumah tangga), bukan untuk tujuan bisnis. Umumnya barang konsumen dapat diklasifikasikan menjadi convenience goods dan  shopping goods.

  1. Convenience Goods

Convenience goods merupakan barang yang pada umumnya memiliki frekuensi pembelian tinggi (sering dibeli), dibutuhkan dalam waktu segera, dan hanya memerlukan usaha yang minimum (sangat kecil) dalam pembandingan dan pembeliannya. Contohnya antara lain rokok, sabun, pasta gigi, baterai, permen, dan suratkabar.

 Convenience goods sendiri masih dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu staples, impulse goods, dan emergency goods.

  1. Staples adalah barang yang dibeli konsumen secara reguler atau rutin, misalnya sabun mandi dan pasta gigi.
  • Impulse goods merupakan barang yang dibeli tanpa perencanaan terlebih dahulu ataupun usaha-usaha mencarinya. Biasanya impulse goods tersedia dan dipajang di banyak tempat yang tersebar, sehingga konsumen tidak perlu repot-repot mencarinya. Contohnya permen, coklat, majalah. Biasanya impulse goods dipajang di dekat kasir atau tempat strategis di supermarket.
  • Emergency goods adalah barang yang dibeli bila suatu kebutuhan dirasa konsumen sangat mendesak, misalnya payung dan jas hujan di musim hujan.
  • Shopping Goods

Shopping goods adalah barang yang dalam proses pemilihan dan pembeliannya dibandingkan oleh konsumen diantara berbagai alternatif yang tersedia. Kriteria perbandingan tersebut meliputi harga, kualitas, dan model masing-masing barang. Contohnya alat-alat rumah tangga, pakaian, dan furniture.

  • FAKTOR YANG BERPENGARUH DOMINAN TERHADAP KEPUTUSAN  PEMBELIAN DI ALFAMART

Berdasarkan hasil penelitian secara langsung didapatkan bahwa diantara faktor pelayanan, harga, promosi, lokasi, dan produk yang memiliki pengaruh dominan terhadap perilaku konsumen adalah faktor pelayanan. Konsumen bisa mendapatkan  suasana ruangan yang tenang, nyaman, dan bersih. Selain itu penampilan pramuniaga yang rapi dan menarik, penataan ruangan yang rapi sehingga memberikan kemudahan  kepada  konsumen dalam memilih barang yang dibutuhkan dan konsumen bisa dengan bebas memilih barang yang dibutuhkan tanpa didampingi oleh pramuniaga. Oleh karena itu faktor pelayananlah yang memiliki pengaruh dominan terhadap perilaku konsumen dalam melakukan pembelian di Alfamart.

BAB IV

PENUTUP

  • KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, dalam bab-bab sebelumnya dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1. Berdasarkan hasil penelitian  didapat bahwa faktor pelayanan, harga, promosi, lokasi, dan produk memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku konsumen di Alfamart Tagog Cileunyi Jl. Raya Tagog No.251, Cimekar, Cileunyi, Bandung, Jawa Barat 40623. Berdasarkan hasil penelitian secara langsung didapatkan bahwa diantara faktor pelayanan, harga, promosi, lokasi, dan produk yang memiliki pengaruh dominan terhadap perilaku konsumen adalah faktor pelayanan.
  • SARAN
  • Bagi pihak  alfamart sebaiknya lebih memperhatikan faktor pelayanan, harga, promosi, lokasi, dan produk dalam menanggapi perilaku konsumen. Karena berdasarkan hasil penelitian faktor-faktor tersebut memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku konsumen.
  • Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan secara langsung didapatkan bahwa faktor pelayanan yang memiliki pengaruh yang dominan terhadap perilaku konsumen dalam melakukan pembelian di Alfamart, maka disarankan bagi pihak Alfamart agar lebih memperhatikan faktor pelayanan tersebut agar konsumen dalam membeli produk di Alfamart dapat dipertahankan dan bahkan ditingkatkan.

DAFTAR PUSTAKA

Swasta, Basu, dan Handoko T, Hani.2000. Manajemen Pemasaran: Analisis Perilaku Konsumen, Edisi pertama, Yogyakarta, BFE

Peter dan Olson.2001. Perilaku Konsumen dan Komunikasi Pemasaran, Jilid II, Edisi 4

Thoyib, Usman.1998. Manajemen Perdagangan Eceran 1, Yogyakarta: Ekonesia

Kotler, Philip. Amstrong, Gary.2001. Prinsip-prinsip  Pemasaran, Jilid 1, Edisi ke delapan, Alih bahasa Damos Sihombing, Jakarta: Erlangga

Analisis konsumen lintas-budaya , ( Cross-Cultural Consu-mer Analysis)

.Penelitian untuk menentukan sampai kemana para konsumen dari dua bangsa atau

lebih mem-punyai kesamaan dalam perilaku konsumsi tertentu.

skripsi-manajemen.blogspot.com › Kualitas Pelayanan › Materi Skripsi

LAMPIRAN

  1. Gambaran Umum Responden

Setelah dilakukan penelitiaan di Alfamart terhadap konsumen, peneliti memperoleh  hasil sebagai berikut :

Tabel data-data konsumen Alfamart

No Nama Pendapat
1 Ibu Dewi Nurlita Tempatnya bersih, cara melayaninya baik dan bisa cepat untuk berbelanja.
2 Ibu Riska Rohayani Memilih lokasi yang lebih nyaman berbelanja.
3 Ibu Dewi Yulianti Harga ekonomis, suasananya tenang.
4 Ibu Melani Sulistya Tempatnya bersih dan tidak kotor seperti pasar dan baunya wangi.
5 Bapa Dani Sutisna Pelayanannya baik, harganya murah dan pemandangannya bagus.
6 Ibu Rusimah Produknya lengkap, pelayanan baik, dan fasilitasnya juga lengkap
7 Ibu Kokom Komariah Kalau belanja banyak dapat diskon seacara  langsung tanpa tawar-menawar dengan pramuniaganya.
8 Ibu Siti Bisa berbelanja dengan waktu yang singkat.
9 Ibu Iis Bisa belanja sewaktu-waktu, open 24 jam yang dicari.
10 Ibu Heni Bisa memilih barang yang di butuhkan dengan bebas tanpa didampingi oleh pramuniaganya.

Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa faktor yang paling mempengaruhi konsumen berbelanja di Alfamart adalah faktor pelayanan.

  • Bukti hasil Wawancara
Gambar 3
Gambar 1
Gambar 4
Gambar 2

 

Diterbitkan oleh Dian Rustandi

Saya Adalah seorang mahasiswa yang lagi menuntut Ilmu untuk memajukan tanah Air Indonesia. Saya Cinta Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: